Tampilkan postingan dengan label Network Marketing. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Network Marketing. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Februari 2011

Network Marketing (Perbedaan Direct Sales, MLM dan Network Marketing)

Bisnis Network Marketing(NM) tak bisa dipungkiri lagi merupakan potensi bisnis yang luar biasa dan telah menjadi salah satu industri yang berkembang dengan pesat. Para pakar ekonomi baik nasional maupun internasional banyak yang telah mengakui dan mengkategorikan industri NM sebagai satu model bisnis distribusi yang bagus sekali. Beberapa pakar bahkan telah memprediksikan bahwa NM akan menjadi trend bisnis di masa depan. Mereka juga memprediksikan bahwa NM akan booming mulai tahun 2018.

Kajian-kajian, seminar-seminar yang membahas tentang model bisnis seperti ini telah diadakan diberbagai tempat di belahan dunia ini. Yang kemudian pada akhirnya menyimpulkan bahwa bisnis NM merupakan satu jenis usaha independen yang bisa diandalkan sebagai sebuah sumber penghasilan. Banyak perusahaan yang kemudian mengadopsi sistem ini meskipun tidak secara terbuka. Pernahkah Anda sebagai pemegang Kartu Kredit ditawari untuk mengajak orang lain menjadi pemegang kartu kredit juga? Dimana perusahaan penerit kartu kredit akan memberikan imbalan berupa point yang dapat ditukar dengan sebuah komoditi, misalnya sebuah laptop, atau kesempatan
menginap di suatu hotel berbintang. Maka secara tidak sadar Anda telah terjun ke dalam model bisnis NM. Ya, itulah bisnis MLM, Mulut Lewat Mulut.

Robert T. Kiyosaki, salah seorang pakar di bidang finansial sangat merekomendasikan model bisnis NM ini untuk entrepreneur oleh mereka yang menginginkan kebebasan finansial. Beberapa kelebihan bisnis NM menurut Robert T. Kiyosaki adalah:

- Modal relatif kecil

- Resiko juga relatif kecil

- Tempat dan waktu fleksibel

Industri NM sendiri sebenarnya telah berusia cukup lama, sekitar 40 tahun yang lalu, sebuah perusahaan makanan kesehatan di Amerika yang bernama Nutrilite telah mendistribusikan produknya dengan model direct sales yang kemudian berkembang menjadi NM. Hingga akhirnya saat ini bermunculan banyak sekali perusahaan baik nasional maupun internasional yang mengubah konsep distribusinya menggunakan jalur NM.

Perbedaan Direct Sales, MLM dan Network Marketing

Ada perbedaan mendasar antara ketiga model distribusi langsung.
Direct sales sangat mengandalkan kemampuan menjual para distrbutornya. Biasanya model seperti ini disebut juga dengan Single Level. Perusahaan merekrut para distributor untuk menjual sebanyak mungkin produk untuk mendapatkan insentif yang lebih besar. Sedangkan dalam model MLM seorang distributor dapat mengajak atau mensponsori distributor lainnya untuk turut memasarkan produk. Sehingga jumlah transaksi akan semakin besar karena produk dipasarkan tidak sendirian. Insentif dapat dihitung berdasarkan selisih omset yang mensponsori dengan yang disponsori. Kedua model diatas sangat mengandalkan kemampuan selling ditambah kemampuan memotivasi untuk model MLM.

Konsep Network Marketing agak berbeda dengan dua model tadi. Network Marketing tidak terlalu menonjolkan kemampuan selling, bahkan pada kenyataannya, banyak yang berhasil di bisnis Network Marketing tanpa memiliki kemampuan menjual sama sekali. Konsep Network Marketing lebih menitikberatkan kepada membentuk sebuah “Customer Base” atau jaringan distribusi pemakai.

Direct Sales : 1 x 1000 = 1000, 1 orang menjual 1000 produk

MLM : 10 x 100 = 1000, 10 orang menjual 100 produk

Network Marketing : 1000 x 1 = 1000, ada 1000 orang yang memakai 1 produk

Mengapa banyak juga bisnis NM yang tutup?

Bisnis NM memang bagus, sehingga banyak bermunculan perusahaan-perusahaan yang memasarkan produknya dengan model NM. Tapi tidak sedikit diantara yang kemudian tutup.
Mengapa terjadi demikian?

Hasil analisis Silver Quantum Network (sebuah lembaga pengembangan diri dan pelatihan bisnis) ada beberapa hal yang membuat sebuah perusahaan NM dengan cepat tutup:

1. Perusahaan NM tersebut tidak memiliki kapital/modal yang cukup untuk menunjang operasional dan membagikan insentif kepada para distributornya.

2. Perusahaan NM tersebut tidak memiliki produk yang memiliki kekuatan penetrasi pasar yang kuat. Produknya tidak spesifik, banyak terdapat dipasaran, mudah disubstitusi oleh produk non NM yang jauh lebih murah. Produknya memiliki kualitas yang biasa-biasa saja.

3. Marketing Plan yang kurang menarik, bonusnya kecil, dan beberapa perusahaan terlalu berani mengumbar bonus. Contohnya ada beberapa perusahaan NM yang berani memberikan bonus mobil mewah kepada distributornya yang baru menjalankan bisnisnya selama 6 bulan

4. Perusahaan tidak memiliki kemampuan untuk memproduksi sendiri produk yang dipasarkannya. Sehingga ada resiko ketergantungan dari perusahaan pembuat produknya.

5. Perusahaan tidak memiliki sistem usaha yang jelas, dukungan yang kuat kepada para distributornya, dan manajemen perusahaan yang buruk

6. Tidak ditunjang dengan sebuah support system yang bisa terus memotivasi dan memberikan bekal jiwa enterpreneur yang cukup bagi para distributornya.

Semoga setelah membaca artikel ini anda menjadi mengeti tentang MLM secara benar.

Sukses Selalu Buat Anda.
Yusuf efendi
Founder Twancomnet

Tips Memilih Bisnis MLM


      Perkembangan bisnis MLM di Indonesia pada tahun 2010 mengalami peningkatan yang luarbiasa, dan memperlihatkan progress yang menggembirakan, diperkirakan bisnis MLM ini makin berkembang dengan pesat di tahun 2011 ini dan tahun ke  tahun. Ini menunjukkan bisnis ini mempunyai prospek yang cukup cerah di  Indonesia. Alasannya, makin berkembangnya naluri wirausaha saat ini  membuat orang berlomba-lomba bekerja keras untuk masa depan yang lebih  baik. Kemudian budaya persahabatan dan networking di Indonesia  memungkinkan bisnis MLM yang tumbuh dari jaringan dapat berkembang  pesat. Faktor pendukung lain di tengah jumlah pengangguran di Indonesia  yang semakin membengkak, bisnis MLM ini bisa menjadi solusi karena mampu  menciptakan kesempatan kerja yang luas.

   Uniknya, bisnis MLM  tidak seperti bisnis lainnya yang membutuhkan modal yang besar dan  kemampuan yang tinggi. Setiap orang dari latar belakang apa pun dapat  menjalankan bisnis ini. Karena suatu manajemen yang mengelola MLM  biasanya akan memberikan tambahan pengetahuan bagi anggotanya, baik itu  berupa seminar, maupun pelatihan langsung mengenai teknik-teknik  pemasaran untuk menjalankan bisnis tersebut.

   Lalu perusahaan MLM yang manakah yang sebaiknya kita pilih? Berikut adalah tips khusus dari Blog NetTrepeneur untuk anda para netter:


1. Perusahaan MLM yang dipilih sebaiknya yang tergabung dalam APLI  (Asosiasi Penjual Langsung Indonesia). APLI adalah sebuah asosiasi yang  mewadahi berbagai perusahaan MLM. Belum bakunya aturan hukum di  Indonesia dalam mengatur penjualan langsung juga mendorong kebutuhan di  antara perusahaan MLM menciptakan bersama aturan dan kode etik yang  disepakati bersama. Perusahaan yang ingin bergabung dengan APLI harus  memenuhi sejumlah persyaratan dan mendapat sertifikasi. Mereka yang yang  menjadi anggota APLI hanyalah perusahaan yang dianggap betul-betul  memenuhi syarat sebagai perusahaan penjual langsung. Utamanya yaitu WFDSA ( World Federation of Direct Selling Associations ) ini adalah asosiasi penjualan langsung Internasional, tentunya perusahaan yang tergabung di Organisasi ini adalah organisasi yang betul” bonafide secara nasional maupun Internasional (terbaik, red).



2. Bila Anda ingin memiliki pelanggan tetap, maka pilihlah perusahaan  yang tidak hanya menawarkan barang dan jasa yang seragam, tetapi punya beragam jenis produk yang mewakili khusus hanya 1 kategori tertentu (Contoh : Kosmetik atau Perawatan Tubuh, obat”an, makanan organic, travel, Fashion, pulsa), bukan seperti Travel-Obat”an, Makanan-Fashion misalnya, karena perusahaan yang seperti itu biasanya tidak focus dalam pengembangan produknya, kemampuan brandingnya pastinya tidak sebaik perusahaan yang focus pada Kategori produk tertentu.
 
3. Pilihlah yang mengutamakan kualitas produk yang baik, jika produknya berhubungan dengan konsumsi tubuh maka pilihlah barang yang tentunya alami dan mempunyai sertifikasi halal. Dan  yang terpenting, memiliki jaminan (Garansi 100%) atas kualitas barang dan jasa yang  dijualnya agar bisa ditukar apabila tidak sesuai dengan kualitas yang  sebenarnya.(garansi kepuasan pelanggan) Diutamakan adalah produk yang mempunyai Repeat Order yang cepat, artinya barang tersebut memang dibutuhkan oleh konsumen, dan dikonsumsi dan dipakai setiap hari (ini berpengaruh pada omset penjualan anda) bayang kan jika seseorang hanya membeli produk anda sekali tiap 6 bulan, atau bahkan 1 tahun sekali, mengerikan bukan.. J.
 
 
 
 
 
 
4. Pilihlah perusahaan yang para distributornya memiliki sistem  keberhasilan untuk bisa sukses, di mana sistem tersebut sebaiknya harus  sudah teruji dan terbukti mampu mencetak banyak orang menjadi berhasil.  Idealnya, sistem tersebut hendaknya bisa dijalankan oleh orang dari  berbagai macam latar belakang usia, pekerjaan, pendidikan, jenis  kelamin, bahkan oleh mereka yang tidak pernah berbisnis sama sekali.  Sistem yang baik biasanya juga menyediakan alat-alat bantu usaha,  seperti buku-buku kepribadian, kaset-kaset yang memberikan motivasi dan  teknik, serta pertemuan-pertemuan yang bisa dihadiri. Jika ada  perusahaan MLM yang menawarkan janji manis hasil besar tanpa harus kerja  keras, sebaiknya Anda tinggalkan saja. Saah satu system Bisnis yang luar biasa adalah SEVENBLAST pada perusahaan Oriflame. Utamanya system yang baik adalah system yang mempunyai target yang jelas bagi keberhasilan Consultantnya.
 
 
5. Nah yang terakhir, untuk menunjukkan suatu perusahaan MLM bonafide  atau tidak adalah minimal dengan melihat apakah perusahaan tersebut  diterima secara nasional sistem bisnisnya. Biasanya, mereka juga akan  mengutarakan visi-misinya bagi kesejahteraan perusahaan dan jaringan  distributornya.</li>


Kriteria MLM di atas semuanya ada di Oriflame Indonesia

Definisi MLM


Multi-level marketing (MLM) adalah  suatu strategi pemasaran di mana kekuatan penjualan kompensasi tidak hanya untuk penjualan mereka secara pribadi menghasilkan, tetapi juga untuk penjualan orang lain mereka merekrut, menciptakan downline distributor dan hirarki dari berbagai tingkat kompensasi. Other terms for MLM include network marketing , direct selling , dan referral marketing . istilah lain untuk MLM termasuk pemasaran jaringan, penjualan langsung, dan rujukan pemasaran.  MLM (Multi-Level Marketing) merupakan  sistem penjualan yang memanfaatkan konsumen sebagai tenaga penyalur secara langsung. Harga barang yang ditawarkan di tingkat konsumen adalah harga produksi ditambah komisi yang menjadi hak konsumen karena secara tidak langsung telah membantu kelancaran distribusi.

Multi Level Marketing atau network marketing yaitu pemasaran bertahap merupakan satu sistem dimana satu perusahaan induk mendistribusikan produk dan layanan dalam satu jaringan pengusaha yang mandiri, bukan saja di negara ini tetapi ke seluruh dunia. ...
Ahli perniagaan berdikari atau usahawan ini kemudian menaja orang lain untuk membantu mereka mengedar produk atau perkhidmatan. Anggota bisnis mandiri atau pengusaha ini kemudian mensponsori orang lain untuk membantu mereka mendistribusikan produk atau layanan. Proses orang membantu orang lain ini mungkin diteruskan melalui satu atau lebih tahap pendapatan. ... Proses orang membantu orang lain ini mungkin diteruskan melalui satu atau lebih tingkat pendapatan. ...
Sebagai seorang 'networker,' anda akan memperolehi wang dalam dua cara: ... Sebagai seorang 'networker,' Anda akan mendapatkan uang dalam dua cara: ...

1. 1. Anda mengedar produk atau perkhidmatan yang anda uruskan kepada rakan dan pelanggan yang dirujuk kepada anda. .... Anda mendistribusikan produk atau layanan yang Anda tangani kepada teman dan klien yang dirujuk ke Anda. ....

2. 2. Anda mengajak rakan-rakan dan orang lain yang anda temui untuk meneroka satu peluang untuk sama-sama mengedar produk atau perkhidmatan anda. Anda mengajak teman-teman dan orang lain yang Anda temui untuk mencari kesempatan untuk sama-sama mendistribusikan produk atau layanan Anda. Tahap di mana anda melibatkan diri adalah samada salah satu ataupun kedua-dua aktiviti ini bergantung sepenuhnya kepada kehendak peribadi. ... Tingkat di mana Anda terlibat adalah apakah salah satu atau kedua aktivitas ini tergantung pada kehendak pribadi. ...
Sesetengah orang menumpukan kepada mengedarkan produk dan perkhidmatan mereka ini semata-mata. Beberapa orang berkonsentrasi ke mendistribusikan produk dan layanan mereka ini semata-mata. Ia hanya terhad kepada usaha mereka seorang saja. Ia hanya terbatas pada usaha mereka seorang saja.  
 
Terdapat juga orang lain yang bukan sahaja memasarkan produk MLM, tetapi juga belajar bagaimana untuk menaja dan membina satu organisasi yang besar . Ada juga orang lain yang tidak hanya memasarkan produk MLM, tetapi juga belajar bagaimana untuk mensponsori dan membangun satu organisasi yang besar. Orang yang tetap dengan menaja berupaya “mengganda” dalam diri sendiri dengan banyak dengan cara membantu orang lain berjaya. .... Orang yang tetap dengan mensponsori berupaya "mengganda" dalam diri sendiri dengan banyak dengan cara membantu orang lain berhasil. ....

Kesan penggandaan inilah merupakan keajaiban MLM. Efek penggandaan inilah merupakan keajaiban MLM. Sehari ada 24 jam tetapi dengan mempelajari bagaiman untuk menaja orang lain, anda boleh menyalin usaha anda dan pada masa yang sama menambah ke atas pendapatan anda, namun anda tidak perlu membayar gaji pekerja. Sehari ada 24 jam namun dengan mempelajari bagaimana untuk mensponsori orang lain, Anda dapat menyalin usaha Anda dan pada waktu yang sama Tambahkan ke atas penghasilan Anda, namun Anda tidak perlu membayar gaji karyawan. Malahan anda boleh memperolehi pendapatan semasa anda tidur! Bahkan Anda bisa memperoleh penghasilan saat Anda tidur!

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Sweet Tomatoes Printable Coupons